Foto: jawapos
Oleh rita
JAKARTA. 17/8/2017. Wakil rakyat yang berkantor di Senayan, kembali bikin ulah, wacana pembangunan gedung baru dan apartemen untuk anggota dewan, dengan dana anggaran yang diperkirakan mencapai 7 triliun rupiah lebih ini sontak menuai kontroversi.
Alasan dibalik wacana ini, para wakil rakyat beralasan, sudah tidak nyaman dengan ruang sempit untuk menampung staf ahli, dan lain sebagainya, bahkan rencana pembangunan apartemen, juga dimaksudkan untuk memudahkan mobilitas anggota DPR, dalam menjalankan tugas dan fungsinya, tapi benarkah efektivitas kerja menjadi alasan utama timbulnya rencana ini, atau benarkah usulan pembangunan apartemen DPR akan mampu meningkatkan kinerja dewan.
Wacana pembangunan apartemen, bagi anggota DPR, kabarnya akan menggunakan lahan taman rias senayan.
Apartemen untuk wakil rakyat, inilah sinisme yang sempat menyeruak terhadap wacana ini, padahal sebagian wakil rakyat, para anggota DPR terhormat ini sudah banyak mendapat fasilitas, termasuk rumah dinas di kalibata, jakarta selatan.
Wakil ketua DPR fahri hamzah, menyanggah pembangunan apartemen ditunjukkan bagi anggota DPR, padahal fahri sempat menyatakan pembangunan bangunan vertical ini, bertujuan untuk memudahkan anggota dewan dalam bekerja.
Pengamat anggaran politik, ucok kiknapi, menilai wacana pembangunan apartemen terlalu berlebihan, para wakil rakyat seharusnya berhemat, dan tidak mang hambur-hamburg kan uang rakyat, apalagi melihat APBN yang mengalami defisit setiap tahunnya, seharus nya para wakil rakyat melakukan penghematan.
Tentang alasan untuk meningkatkan kinerja dewan, justru ucok mempertanyakan relevansi nya, sebab selama ini ia tidak melihat ada kinerja bagus dari DPR.
Melalui badan usaha rumah tangga (BURT) mengajukan penambahan anggaran senilai 7,8 triliun rupiah, untuk tahun 2018, angka ini naik 70% dari tahun sebelumnya.
Wacana yang berkembang salah satunya, rencana penggunaan anggaran termasuk untuk pembangunan gedung DPR di kompleks parlemen, dan apartemen untuk anggota dewan.

No comments