Virall, obat ini di salah gunanakan remaja untuk mabuk-mabukkan... - Top News

Virall, obat ini di salah gunanakan remaja untuk mabuk-mabukkan...

Share:
                     Foto: fajarcoid

Oleh ramdan


MINGGU, SUKABUMI, 13/8/2017. Anda para orang tua berhati-hatilah, kini beragam jenis obat-obatan disalahgunakan oleh para remaja, sebagai pengganti narkotika dan zat aktif lainnya, ramadol jenis obat saat ini merupakan salah satunya.

Obat keras ini setianya, digunakan sebagai pereda nyeri pasca operasi, dalam perkembangannya, ramadol disalahgunakan para remaja, untuk mabuk-mabukan.

Harga yang murah, dan termasuk obat pereda rasa sakit, membuat peredaran ramadol dianggap tidak membahayakan, tim kontroversi mengungkap, peredaran obat ini di Sukabumi, Jawa Barat.

Kami pun menemui salah satu pemasok obat ilegal ini, dari pelaku ada ratusan butir obat penenang ludes terjual setiap harinya, bayangkan jika dalam 1 hari ratusan obat ini terjual, ada berapa ribu pelajar yang sangat tergantung pada obat ini, setiap bulannya.

Pemasaran obat yang sedianya memerlukan resep dokter ini, dilakukan pesan singkat untuk mengibulkan nya, pelaku menyebut ramadol dengan nama dol-dol.

Transaksi jual beli, yang dilakukan di berbagai tempat, termasuk di lokasi terbuka yang dekat dengan permukiman warga dan di jalan raya, disembunyikan di belakang badan, bagasi motor, atau bahkan dalam saku jaket, saat pembeli datang barulah sejumlah butir ramadol diserahkan sesuai pesanan.

Selain dijual satuan, obat ilegal ini juga dipasarkan dalam paket, berisi 20 hingga 50 butir, sang bandar juga menjual obat eximer, yang yang berfungsi mengurangi gejala senkotik, atau gangguan kejiwaan.

Kedua obat keras ini, yang dikenal sebagai obat kuning inilah yang kerap dicari oleh muda-mudi di Sukabumi, Jawa Barat.

Mengapa obat ini laris di pasaran?. Karena harganya sangat murah hanya Rp10.000 untuk setiap 4 butir nya.

Ramadol dipasok dari bandar besar di Jakarta, pemesanan dilakukan melalui telepon sebelum kemudian bertemu untuk menyerahkan obat.

No comments