Foto: kompas
Oleh rita
SINGAPURA. 16/8/2017. Sehari pasca diperiksa penyidik tim Mabes Polri, novel Baswedan, kini bersiap untuk untuk operasi besar di mata kirinya, komisi pemberantasan korupsi, meminta penyelidikan polisi tidak mengganggu pemulihan mata novel.
KPK, mendesak polisi bisa tetap menemukan aktor utama di balik penyiraman novel, tanpa harus tergantung kesaksian novel Baswedan.
Setelah menjalani pemeriksaan di KBRI Singapura, novel Baswedan, kini tengah mempersiapkan diri untuk menjalani operasi besar mata kirinya tepat pada tanggal 17 Agustus besok.
Rencananya pada mata kiri penyidik senior KPK ini, akan ditanam jaringan baru pada mata yang tersiram air keras, sebelumnya novel telah menjalani operasi membransel mata di Singapura.
KPK berharap pemeriksaan novel, yang berstatus korban tidak menjadi syarat mutlak Polri, untuk menemukan atau tidak menemukan pelaku penyiraman air keras.
Sementara itu, penyidik KPK novel Baswedan, menyatakan tetap menginginkan dibentuknya tim pencari fakta, untuk mengungkap siapa yang berada di balik kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.
Novel bahkan pernah menyebut hanya membuka nama-nama yang dicurigai nya, termasuk sejumlah nama penyidik KPK, yang mendapat ancaman kepada tim gabungan pencari fakta.
"Saya konsen bahwa fakta-fakta yang saya sampaikan terkait dengan rangkaian-rangkaian teror itu, perlu dibentuk tim gabungan pencari fakta, nah, terkait fakta-fakta yang telah melakukan penyerangan kepada saya, itulah fakta-fakta yang telah saya sampaikan kepada penyidik. imbuh Novel Baswedan.
Novel yakin, tim gabungan bisa menyelusuri fakta-fakta yang ada, sejak sebelum peristiwa hingga terjadinya penyiraman air keras.
Sejauh ini, polisi menolak tim gabungan dengan alasan tidak mengikat secara hukum, tim gabungan pencari fakta hingga saat ini juga belum terbentuk, karena membutuhkan mandat dari Presiden.

No comments