Anggaran pemindahan ibu kota ke kalimantan mencapi Rp 100 triliun, mafia tanahpun bermunculan - Top News

Anggaran pemindahan ibu kota ke kalimantan mencapi Rp 100 triliun, mafia tanahpun bermunculan

Share:


Memborong pekerjaan proyek infrastruktur di Indonesia tak cukup membuat pemerintah puas, sebuah proyek besar lainnya sedang disiapkan di tengah angka hutang Indonesia yang saat ini lebih dari 3000 Triliun Rupiah.

Kajiannya pun mulai dilakukan, memindahkan ibukota negara dari Jakarta Kalimantan, anggarannya pun tak sedikit, proyek maha besar itu menelan dana hingga Rp100 Triliun Rupiah, ibukota baru Indonesia, disebut-sebut pindah dalam 16 tahun kedepan.

Ide mendirikan sebuah ibukota, baru di luar Jakarta, sebenarnya sudah muncul sejak zaman kepemimpinan Presiden Soekarno.

Saat itu, Bung Karno memandang Ibukota Indonesia, perlu dibangun oleh anak bangsa sendiri, bagi Bung Karno, Jakarta adalah kota dagang peninggalan Belanda.

Dibandingkan kota-kota besar lain di Indonesia, Jakarta memang tumbuh dengan cepat, seiring laju urbanisasi yang memenuhi setiap sudut ibukota.

Jakarta pun kian tak mampu lagi, untuk menopang keberadaan lebih dari 100 juta orang, yang berada di atasnya, dengan luas wilayah Jakarta 661 km persegi, maka tiap 1 M tanah di Jakarta, ditempati 15 ribu orang.

Masalah pun muncul, ada keseimbangan ekonomi yang terjadi di Republik ini, seiring pertumbuhan ekonomi yang tidak merata, Jakarta pun terancam adanya gesekan sosial.

Pemerintah mulai mengikuti jejak pendahulunya, kodok pemindahan Ibukota Jakarta keluar Jawa.

Pulau Kalimantan, kabarnya masuk kajian Bapenas sebagai calon ibukota baru, di tengah rencana pindah ibukota, ada orang-orang yang mengeruk keuntungan, dengan menguasai tanah demi menyambut ibu kota baru itu.

Investor asal pulau Jawa, mulai berburu tanah di Kalimantan Tengah, mafia tanah pun dikalimantan menyambutnya, mafia tanah membeli dengan harga murah, dan menjual dengan harga tinggi kepada investor.

No comments